Beranda |  Profil |  Berita |  DPD |  Artikel |  Opini |  Liputan Media |  Gafatar TV |  Dokumentasi |  Press Release |  Kontak 
PENGURUS DPP
 
  •   
    Ketua Umum
    Mahful M Tumanurung
      
    Wakil Ketua Umum
    Wahyu Sandjaya
  •   
    Sekretaris Jenderal
    Berny Satria
      
    Bendahara Umum
    Muchtar Asni
  •   
    Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kepengurusan
    Dandy Kusuma
      
    Ketua Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
    Jusuf Damardjati
  •   
    Ketua Bidang Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak
    Dwi Ratna K
      
    Ketua Bidang Kesehatan
    Munandar
  •   
    Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan
    Iman Sumiarsa
      
    Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Organisasi
    Swastanto
  •   
    Ketua Bidang Hukum dan HAM
    M.Tubagus Abduh
      
    Ketua Bidang Informasi, Komunikasi dan Hubungan Internasional
    M.Yusuf Daruwijaya
  •   
    Wakil Sekretaris Jenderal 1
    Kurniadhi Wibowo
      
    Wakil Sekretaris Jenderal 2
    M.Yusuf Daruwijaya
  •   
    Kepala Sekretariat Jenderal
    Zaenal Arifin
     
  •   
    Wakil Bendahara Umum 1
    M Ruchyat
      
    Wakil Bendahara Umum 2
    Herdian Widyo S
  •   
    Badan Penelitian dan Pengkajian Nusantara
    Heru Mulyantoro
      
    Badan Usaha Fajar Duta Mandiri
    Endang Supriyatna
 
AKSI GAFATAR
 


2012

2013
OPINI
 
BERITA
 
JEJARING SOSIAL
 
 
BERITA GAFATAR
 

GAFATAR Jateng Live di TVRI dalam Acara Tutur Patuladhan

Tanggal Posting 28 Maret 2013 16:01:06 ,



 



          Semarang, Kamis (GAFATAR – DPD Jateng) Bertempat di Studio LPP TVRI Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Pucang Gading, Batusari-Mranggen, GAFATAR DPD Jateng menghadiri undangan SWAGOTRA untuk tampil Live dalam acara dialog interaktif yang diselenggarakan oleh LPP TVRI Jawa Tengah yaitu “Tutur Patuladhan” dengan tema Tumindhak Becik, yang berlangsung pada Pkl. 15:00 s/d 16:00 WIB. Hadir pada kesempatan tersebut seorang narasumber yaitu Bpk. Joko Gathutkaca dari Paguyuban Jawa Agung Nusantara dan Bpk. Supardjo dari SWAGOTRA, Acara berlangsung dengan lancar dengan dipandu oleh seorang pembawa acara Ibu Made. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama LPP TVRI Jawa Tengah dengan SWAGOTRA dan didukung oleh Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) DPD Jateng (28/3).



 



          Acara diawali dengan menyanyikan tembang jawa hasil kolaborasi oleh SWAGOTRA 10 orang dan GAFATAR 15 orang. Sebagai tembang pembuka dinyanyikanlah salah satu cuplikan karya sastra tembang “sinom” dalam “serat kalatido” karya R.Ng.Ronggowarsito.



 



“Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan,

Yen tan milu anglakoni, Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun,

Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali,

Luwih begja kang eling lawan waspada.”



 



          Demikianlah salah satu cuplikan karya sastra tembang “sinom” sebagai tembang pembuka, yang dilanjutkan dengan iringan tembang-tembang jawa lainnya sebagai pengantar sebelum berlangsungnya acara dialog tersebut. Walaupun acara hanya berlangsung selama 60 menit, tetapi acara dapat berjalan khidmat dan banyak yang bisa diambil sebuah pelajaran dari dialog tersebut. Beberapa kali narasumber juga mengkaitkan dan menjelaskan beberapa tembang jawa yang telah dinyanyikan tersebut, dimana ternyata tembang-tembang tersebut juga mempunyai nilai filosofi yang tinggi atau mengandung sebuah pesan yang luhur, serta berhubungan erat juga dengan tema dialog yang diangkat yaitu “tumindhak becik”.



          “Saat sekarang inilah sebuah jaman yang seperti dikatakan dalam tembang sinom tersebut yaitu jaman edan” dan orang-orang yang selamat adalah mereka yang “eling lawan waspada”, ungkap narasumber Bpk. Joko Gathutkaca. Melalui sebuah penjelasan tembang “durma” Beliau mengungkapkan bahwa nilai-nilai budaya, tata krama, sopan santun, unggah-ungguh, sangat jarang dan sulit sekali dijumpai pada generasi-generasi muda saat ini, hal serupa pun dirasakan dan diungkapkan oleh narasumber Bpk. Supardjo dari SWAGOTRA bahwa benar sebuah nilai-nilai budaya tersebut sudah sangat sulit dijumpai.



          Dalam dialog tersebut juga ada sesi tanya jawab dimana dibuka forum diskusi tanya jawab bagi masyarakat diluar studio yang dapat mengajukan pertanyaan melalui telephon dan bagi yang berada di studio dapat bertanya kepada narasumber secara langsung. Salah satu yang diangkat dalam forum tanya jawab tersebut diantaranya menyoroti tentang Pancasila yang kini semakin hilang nilai-nilainya atau esensinya, sehingga generasi yang ada saat ini tidak mampu untuk mengaplikasikan Pancasila secara benar dimana Pancasila tersebut merupakan sebuah jatidiri bangsa Indonesia, jika nilai-nilai Pancasila kini telah hilang maka dapat dikatakan bahwa bangsa kita hari ini sedang kehilangan sebuah jati dirinya.



          “Pancasila hari ini tidak hanya sila 1 dan 4 saja yang hilang, tetapi justru semua sila yang ada telah hilang esensinya” ungkap Bpk. Joko Gathutkaca. Selaku narasumber (Bpk Supardjo & Bpk. Joko Gathutkaca) berharap bahwa generasi muda yang ada dalam GAFATAR agar mampu menjadi pelopor yang terdepan untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya bangsa kita.