Beranda |  Profil |  Berita |  DPD |  Artikel |  Opini |  Liputan Media |  Gafatar TV |  Dokumentasi |  Press Release |  Kontak 
PENGURUS DPP
 
  •   
    Ketua Umum
    Mahful M Tumanurung
      
    Wakil Ketua Umum
    Wahyu Sandjaya
  •   
    Sekretaris Jenderal
    Berny Satria
      
    Bendahara Umum
    Muchtar Asni
  •   
    Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kepengurusan
    Dandy Kusuma
      
    Ketua Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
    Jusuf Damardjati
  •   
    Ketua Bidang Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak
    Dwi Ratna K
      
    Ketua Bidang Kesehatan
    Munandar
  •   
    Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan
    Iman Sumiarsa
      
    Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Organisasi
    Swastanto
  •   
    Ketua Bidang Hukum dan HAM
    M.Tubagus Abduh
      
    Ketua Bidang Informasi, Komunikasi dan Hubungan Internasional
    M.Yusuf Daruwijaya
  •   
    Wakil Sekretaris Jenderal 1
    Kurniadhi Wibowo
      
    Wakil Sekretaris Jenderal 2
    M.Yusuf Daruwijaya
  •   
    Kepala Sekretariat Jenderal
    Zaenal Arifin
     
  •   
    Wakil Bendahara Umum 1
    M Ruchyat
      
    Wakil Bendahara Umum 2
    Herdian Widyo S
  •   
    Badan Penelitian dan Pengkajian Nusantara
    Heru Mulyantoro
      
    Badan Usaha Fajar Duta Mandiri
    Endang Supriyatna
 
AKSI GAFATAR
 


2012

2013
OPINI
 
BERITA
 
JEJARING SOSIAL
 
 
BERITA GAFATAR
 

Kesbangpol Pusat Persilahkan GAFATAR Maju Terus

Tanggal Posting 03 Juni 2012 17:11:35 ,



Jakarta, Jumat (GAFATAR – DPP) - Ketua Sub Direktorat Organisasi Kemasyarakatan dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pusat, Drs. Bahtiar, M.Si, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan Gafatar dipersilahkan untuk terus maju melakukan segala aksinya di bidang sosial budaya. Hal ini diungkapkannya saat Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara, Mahful M Tumanurung, bersama segenap pengurus inti DPP Gafatar dan beberapa jajaran lainnya memenuhi undangan Kesbangpol Pusat untuk datang ke kantor mereka (01/06).



Salah satu latar belakang pertemuan ini disebabkan karena adanya beberapa kesbangpol daerah yang memberikan pelarangan terhadap kegiatan Gafatar. Bachtiar mengakui bahwa tindakan tersebut terlalu ofensif, sebab instruksi yang diberikan hanyalah memberikan pengawasan dan perhatian. Pengawasan tersebut dilakukan karena adanya berita-berita di internet bahwa Gafatar adalah wujud dari NII, Millah Abraham, Alqiadah Al Islamiah, Terorisme terselubung, dan organisasi2 terlarang lainnya.



“ Gafatar sama sekali tidak terkait dengan organisasi tersebut. Bahkan jika ada anggota kami yang terkait dengan organisasi terlarang, siapapun orangnya, akan terkena sanksi organisasi sesuai ketentuan AD/ART Gafatar ”seru Mahful.



Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada orang, lembaga ataupun pihak lain dibelakang Gafatar.  Organisasi ini murni organisasi sosial budaya dan sama sekali tidak menyentuh ranah politik maupun keagamaan. Hal ini didasari oleh pemahaman bahwa persoalan bangsa ini bukanlah masalah perbedaan agama. Melainkan persoalan hilangnya norma dan kearifan sosial budaya masyarakat. Oleh karena itu, Gafatar sangat konsern pada masalah tata nilai masyarakat, budaya dan kearifan yang selama ini seperti hilang begitu saja.



Sementara itu, Berny Satria –Sekretaris Jendral DPP Gafatar, menjelaskan tentang sumber pendanaan Gafatar yang senantiasa dipertanyakan oleh berbagai pihak. “Gafatar memperolehnya hanya dari iuran anggota dan iuran sukarela, karena Gafatar berprinsip berdiri diatas kaki sendiri. Seluruh kegiatan Gafatar murni dari dana anggota, dan tidak menerima donasi, donatur lain, negara, ataupun dari negara asing. Oleh sebab Gafatar mampu membiayai diri sendiri, maka hal ini menumbuhkan keyakinan bahwa bangsa ini pun mampu juga berdiri diatas kaki sendiri.”



Gafatar mendaftarkan ke Kesbangpol adalah dalam upaya menyatukan visi dan pandangan menuju kepada sebuah pembinaan yang berkesinambungan. Harapan Gafatar agar kedepan terdapat kejelasan mengenai SKT Gafatar Pusat supaya tidak ada Gafatar didaerah yang tidak bisa beraktifitas karena SKT nya digantung Kesbangpol.



Menanggapi penjelasan dari para pengurus Gafatar, Bachtiar bertukas bahwa kebebasan berserikat dan berkumpul merupakan hak warga negara. Terdaftar ataupun tidak terdaftar sebenarnya sudah merupakan organisasi juga. Pendaftaran bukan sebuah izin operasional agar sebuah organisasi dapat melakukan aktifitas.  



“Sebenarnya hanya terdaftar disebuah kabupaten saja sudah dapat  melakukan aktifitas diseluruh Nusantara. Oleh sebab itu Gafatar dipersilahkan untuk terus melaksanakan aktifitasnya di lapangan. Kesbangpol akan melaporkan ke pimpinan serta akan melakukan penelitian dilapangan tanpa melarang berjalannya aksi Gafatar” pungkasnya.