Beranda |  Profil |  Berita |  DPD |  Artikel |  Opini |  Liputan Media |  Gafatar TV |  Dokumentasi |  Press Release |  Kontak 
PENGURUS DPP
 
  •   
    Ketua Umum
    Mahful M Tumanurung
      
    Wakil Ketua Umum
    Wahyu Sandjaya
  •   
    Sekretaris Jenderal
    Berny Satria
      
    Bendahara Umum
    Muchtar Asni
  •   
    Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kepengurusan
    Dandy Kusuma
      
    Ketua Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
    Jusuf Damardjati
  •   
    Ketua Bidang Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak
    Dwi Ratna K
      
    Ketua Bidang Kesehatan
    Munandar
  •   
    Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan
    Iman Sumiarsa
      
    Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Organisasi
    Swastanto
  •   
    Ketua Bidang Hukum dan HAM
    M.Tubagus Abduh
      
    Ketua Bidang Informasi, Komunikasi dan Hubungan Internasional
    M.Yusuf Daruwijaya
  •   
    Wakil Sekretaris Jenderal 1
    Kurniadhi Wibowo
      
    Wakil Sekretaris Jenderal 2
    M.Yusuf Daruwijaya
  •   
    Kepala Sekretariat Jenderal
    Zaenal Arifin
     
  •   
    Wakil Bendahara Umum 1
    M Ruchyat
      
    Wakil Bendahara Umum 2
    Herdian Widyo S
  •   
    Badan Penelitian dan Pengkajian Nusantara
    Heru Mulyantoro
      
    Badan Usaha Fajar Duta Mandiri
    Endang Supriyatna
 
AKSI GAFATAR
 


2012

2013
OPINI
 
BERITA
 
JEJARING SOSIAL
 
 
BERITA PENDIDIKAN GAFATAR
 

Seminar Pertanian Menuju Good Agrocultural Practice

24 September 2012 16:47:39



Semarang (GAFATAR – D04) Bidang Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Bidikpora) Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Fajar Nusantara Jawa Tengah melaksanakan seminar pendidikan pertanian kepada warga dan pengurus Jawa Tengah (22/09). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis (BIMTEK) BIDIKPORA untuk meningkatkan ketrampilan pengelolaan Sekolah Berbasis Rumah (SBR) sekaligus menginisiasi kecerdasan naturalistik kepada warga GAFATAR. Seminar ini diikuti secara off line di Sekretariat DPD Jawa Tengah dan online yang mengikutsertakan 12 DPK dengan total 114 peserta. Penyaji seminar adalah AKBP. Drs. Teguh Prihmono praktisi Forensik POLDA Jateng sekaligus ahli dalam bidang kimia dan pertanian.



Pemakalah menyajikan materi pertanian meliputi sejarah dan masa depan pertanian di Nusantara. Pertanian sebagai bagian dari perjalanan sejarah telah menentukan kualitas dan harapan hidup manusia seluruh dunia. Pertanian yang ada hari ini tidak terlepas dari proses pertanian masa lalu. Pelaku pertanian atau petani hari ini yang selalu miskin dan tidak mampu menghasilkan panen maksimal ada penyebab utamanya. Sejarahnya sejak perang dunia I dan II terjadi krisis pangan dunia sehingga terjadi revolusi hijau dengan penggunaan pupuk kimia sintetis anorganik.



Dampak positif revolusi hijau dapat meningkatkan produksi pada masa 1950-1980 dan mencukupi kebutuhan pangan dunia, tetapi dampak negatifnya hari ini adalah hilangnya kesuburan tanah dan ledakan hama penyakit tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan pada bahan kimia dan menjadikan proses produksi mahal sekaligus panen tidak maksimal sehingga pertanian menjadi sektor yang tidak menguntungkan. Petani selalu merugi dan tidak ada masa depan yang cerah pada pertanian sehingga ditinggalkan oleh generasi bangsa.



"Bangsa Nusantara ini harus segera melakukan upaya konkrit untuk merubah kondisi tersebut. Kita harus kembali pada kekuatan kita sebagai bangsa agraris dengan meningkatkan produksi pertanian agar nusantara menjadi jaya" ungkap Dosen Akademi Kepolisian tersebut.



Bapak Teguh menjelaskan upaya yang harus dilakukan dengan tindakan signifikan secara progresif dan sistemik, renovasi atau meregenerasi serta merevitalisasi  tanah, mengembalikan energi dalam tanah dengan HES (high energy  soil). Metode tersebut dengan penambahan  bahan organik untuk meningkatkan keanekaragaman  hayati sehingga tercipta aliran energi yang cukup guna proses bio kimia dalam tanah. Kunci utama melakukan perbaikan sektor pertanian ini adalah meninggalkan sistem budidaya pertanian dari pola lama (banyak pakai pupuk sintetis/ kimia, pestisida sintetis dan air) ke pola baru (yaitu kurangi pupuk/pestisida kimia bahkan tdk menggunakannya, dan kurangi air). Petani harus mengurangi gun pupuk kimia , menggunakan bahan-bahan organik kompos dari tumbuh-tumbuhan atau kotoran hewan dan juga diberikan jasa microorganisme terpilih.



Pada akhir seminar, pembicara berpesan untuk selalu menginformasikan atau ideologikan pola baru budidaya pertanian kepada generasi penerus yang tinggal di tempat agraris bangsa ini. Upayakan sekuat kemampuan kita secara progresif dan sistemik pada komonitas-komunitas yang punya persepsi dan komitmen konsisten tujuan sama yaitu “Suburkan Nusantara, Nusantara harus jaya, Petani harus kaya, Rakyat tidak boleh menderita”.






 
20 April 2014 02:40:19  Ratusan Kader Ramaikan Kirab Kendi Pancasila
15 April 2014 09:52:44  Sumbar Lantik Ketua Baru
13 April 2014 17:00:20  Ketua Umum GAFATAR Kunjungi GAPOKTAN KALTENG
12 April 2014 03:23:27  Panen Jagung di GAFATAR Gorontalo
12 April 2014 12:25:56  Audiensi GAFATAR Ke Kedaton Kesultanan Ternate
12 April 2014 12:25:56  Audiensi GAFATAR Ke Kedaton Kesultanan Ternate
02 April 2014 18:31:36  Meniti Fokus Organisasi